BeritaHeadlineNasional

Aksi 212: Ada yang Tidak Beres dalam Pengelolaan Ekonomi dan Bernegara

Ahmad Djunaedi|berita

SABILI.CO JAKARTA – Sesuai rencana aksi Persaudaraan Alumni (PA212) besok digelar Jumat, 21 Februari 2020. Usai shalat Jum’at peserta berkumpul di Patung Kuda.

Ketua PA.212 Ustadz Selamat Ma’arif berharap keikutsertaan para nasabah dan korban mega korupsi dapat hadir, memberi energi tambahan pada aksi.

“Kami benar-benar berharap saudara-saudara kami yang menjadi korban mega korupsi bisa ikut turun pada aksi Jumat, 21 Februari 2020. Dengan keterlibatan para korban dalam aksi, sekaligus menjadi tekanan bagi penguasa untuk menuntaskan kasus-kasus mega korupsi,” ungkap Ma’arif kepada awak media di Jakarta, Rabu (19/20).

Dia menambahkan, aksi FPI, GNPF-Ulama, PA 212 dan ormas-ormas Islam serta elemen ummat Islam kali ini menunjukkan bahwa para tokoh ummat Islam menaruh perhatian serius
pada isu-isu yang langsung menyangkut kehidupan rakyat.

“Pada skandal Mega Korupsi PT Asabri, misalnya, korbannya adalah anggota Polri/TNI baik yang masih aktif maupun sudah purnawirawan. Sebagian besar adalah rakyat kecil. Korupsi menjadi kejahatan luar biasa yang harus kita tumpas dengan upaya yang juga luar biasa.”

Pada kesempatan yang sama, Ketua FPI Ust. Ahmad Sobri Lubis berharap aksi Jumat nanti juga dihadiri massa dari lintas agama. Pasalnya, korban mega korupsi bukan hanya ummat Islam, tapi juga ummat beragama lainnya.

“Tema yang kami usung dalam aksi nanti adalah masalah yang kita alami bersama, yaitu Berantas Mega Korupsi. Ini menunjukkan ada yang tidak beres dalam pengelolaan ekonomi dan bernegara. Korban mega korupsi adalah rakyat Indonesia dengan berbagai agama,” kata
Ust. Sobri Lubis.

Seperti diketahui, FPI, GNPF-Ulama dan PA 212 bersama ormas-ormas Islam lain, menggelar aksi besar-besaran terkait mega korupsi karena belakangan satu persatu kasusnya mulai terungkap berikut pelakunya.

Para peserta aksi diimbau melaksanakan shalat Jumat di sekitar Patung Kuda. saran Ketua
PA 212 ini agar peserta tidak jauh menuju patung kuda.

Ust. Slamet juga mengatakan, panitia sudah memenuhi perlengkapan administrasi terkait rencana
aksi. Antara lain, surat pemberitahuan ke polisi. Koordinasi dengan pihak keamanan juga terus dilakukan agar aksi bisa berlangsung dengan lancar dan tertib.red

Facebook Comments

Related Articles

Check Also

Close
Close