BeritaHeadlineNasionalPolitik

Aksi 212 Tahun 2020, Sekjend GNPF-U: Negara Dirampok Elit Kekuasaan

SABILI.CO – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U), Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) dan Front Pembela Islam (FPI) menginisiasi rencana Aksi 212 tahun 2020 di Depan Gedung DPR/MPR RI Jakarta pada Jum’at 21 Februari 2020.

Sekjend GNPF-U, Edy Mulyadi, menyatakan bahwa aksi dengan tuntutan Bersama Ummat Berantas Mega Korupsi Selamatkan Indonesia, sebagai bentuk kepedulian ummat Islam kepada bangsa Indonesia.

“Negeri ini sedang tidak baik-baik saja. Negeri ini mengalami perampokan yang dahsyat dan melibatkan elit di lingkaran kekuasaan.” kata Edy di Jakarta, Rabu (5/2/20)/

Dugaan keterlibatan elit penguasa ini, lanjut Edy, menjadi sebab mandulnya penegak hukum dalam melaksanakan tugas yang diamanatkan oleh undang-undang. KPK, Kejaksaan, maupun Kepolisian dinilai mandul.

“KPK, Polisi, Kejaksaan tidak sungguh-sungguh untuk mengusut secara tuntas kasus mega korupsi ini karena melibatkan para petinggi negeri yang satu sama lain saling melindungi, saling menutupi.” tambahnya.

Edy menduga adanya persekongkolan antar elit ditandai raibnya Harun Masiku yang terbukti melakukan suap. Menurut Edy, Harun disembunyikan oleh para elit yang berkepentingan.

“Ini kebohongan luar biasa. Ini menunjukkan adanya persekongkolan yang dahsyat di antara mereka untuk melindungi sesamanya dari jerat hukum.” pungkas Jubir Aksi 212 tahun 2020 ini. Jun

Facebook Comments

Related Articles

Close