HeadlineNasionalPerspektif

FWP: Kami Yakin dan Percaya BWI akan Menempatkan Diri sebagai Pengayom yang Peduli dan Obyektif bagi Para Nadzir

Wakaf uang telah dimanfaatkan di banyak program pengembangan asset seperti masjid, sekolah dan rumah sakit. Sementara sebagian lagi ada juga yang digunakan sebagai bentuan modal bergulir kepada para pelaku usaha mikro, UMKM dan petani. Wakaf uang juga membuat kemampuan nadzir lebih adaptif dalam berbagai kasus kebencanaan dan kemanusiaan

sabili.co – Akhir-akhir ini perkembangan wakaf semakin diminati banyak kalangan di masyarakat Indonesia, khususnya ummat Islam. Tentu ini membuat kita berbesar hati karena hal tersebut merupakan momentum yang sangat positif untuk dijadikan sebagai pintu masuk gerakan kesadaran berwakaf yang lebih intensif kepada masyarakat.

Para Nadzir, Pemerintah dan Badan Wakaf Indonesia saat ini sedang erat menjalin kolaborasi untuk terus menggerakkan pengembangan literasi wakaf dan ajakan berwakaf kepada masyarakat. Sampai pada akhirnya beberapa waktu yang lalu, Gerakan Nasional Wakaf Uang (GWNU) diluncurkan sebagai dimulainya penggalakan kampanye wakaf dengan lebih masif, terstruktur dan sistematis.

GNWU tentunya menjadi pertanda baik untuk menjadikan wakaf sebagai instrumen penggerak bagi terciptanya kesejahteraan umum yang berbasis kepada kemampuan filantropi Islam.

Beberapa hal catatan penting kami terhadap gerakan ini adalah sebagai berikut:

1. Forum Wakaf Produktif (FWP) menyambut baik diluncurkannya Gerakan Nasional Wakaf Uang, atau yang selanjutnya disingkat GNWU, sebagai inisiasi positif pemerintah untuk memberikan payung gerakan wakaf yang hari ini dilakukan oleh banyak stake holder baik itu para nadzir, komunitas penggiat wakaf, Badan Wakaf Indonesia dan juga lembaga pemerintahan struktural dan non struktural.

2. GNWU menurut hemat kami merupakan sebuah penyempurnaan bagi dinamika gerakan filantropi Islam seperti zakat, infak dan sedekah (ZIS) yang telah lebih dulu memberikan kontribusi sangat positif dan signifikan dalam implementasi banyak program pemberdayaan kepada masyarakat.

3. Hari ini persoalan yang sangat mendasar adalah besarnya kesenjangan antara jumlah pertumbuhan wakaf asset harta tidak bergerak dan pertumbuhan wakaf uang atau wakaf tunai. Kesenjangan ini selanjutnya menyebabkan potret besar akan ketidakberdayaan nadzir didalam memproduktifkan harta wakaf yang dikelolanya. Dampak yang paling dirasakan adalah, harapan harta wakaf dapat menjadi salah satu sumber perbaikan ekonomi ummat menjadi tidak terwujud, karena kurangnya kapital dalam pengelolaan harta benda wakaf.

Apalagi ditambah dengan belum kondusifnya iklm dunia industri keuangan dan perbankan yang belum bisa menjadikan nadzir dengan segala program pengembangan asset wakafnya menjadi aktivitas yg layak dibiaya oleh fasilitas perbankan.

4. Oleh karena itu, kami sangat bergembira dan memberikan apresiasi yang sangat mendalam, agar GNWU bisa membuka jalan yang memudahkan para stake holder wakaf untuk mengajak masyarakat berwakaf uang/tunai agar kemampuan nadzir dalam melakukan optimalisasi asset wakaf menjadi lebih baik.

5. Saat ini para Nadzir telah berhasil menghimpun wakaf uang dengan total nilai lebih dari 800 Milyar Rupiah. Wakaf uang ini telah dimanfaatkan di banyak program pengembangan asset seperti masjid, sekolah dan rumah sakit. Sementara sebagian lagi ada juga yang digunakan sebagai bentuan modal bergulir kepada para pelaku usaha mikro, UMKM dan petani. Wakaf uang juga membuat kemampuan nadzir lebih adaptif dalam berbagai kasus kebencanaan dan kemanusiaan. Dalam era pandemi Covid 19 contohnya, selain berpartisipasinya rumah sakit wakaf dalam pelayanan pasien Covid 19, juga berhasil mengadakan mobile unit untuk Covid test kepada masyarakat.

6. Meningkatnya pertumbuhan wakaf uang akan menjadi wakaf sebagai instrumen yang sangat siginifikan dalam perekonomian bangsa. Dengan wakaf uang lahirlah sumber permodalan baru ummat Islam dalam menghidupkan sektor-sektor perekonomian, menunjang pembangunan sarana sosial umum dan juga pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan dhuafa.

Dalam beberapa program yang dikelola bahkan telah mampu menggerakkan ekonomi pedesaan berbasis pemberdayaan sektor pertanian dan peternakan dan juga sektor usaha mikro lainnya. Ini semua merupakan bukti kehadiran wakaf sekarang sudah memasuki tahap menyejahterakan masyarakat dengan memberikan fundamental usaha yg dapat dijadikan resource ekonomi produktif berbasis ketahanan ekonomi keluarga. Wakaf uang dalam beberapa program yang dijalankan juga terbukti telah mengurangi jumlah para pelaku usaha mikro terbebas dari rentenir dan juga praktik ijon/tengkulak.

7. Di beberapa kesempatan wakaf tetap memainkan peranan penting dalam pembinaan mental dan akhlak dengan membangun banyak masjid yg tidak lagi sekedar menjadi tempat ibadah tapi juga sebagai center of Excellence. Sehingga wakaf telah juga berperan dalam mengikhtiarkan perbaikan mental dan peradaban bangsa Indonesia.

8. Oleh karena itu yang sangat dibutuhkan saat ini adalah upaya kolaborasi dalam meningkatkan kemampuan komunikasi serta kampanye bersama seluruh stake holder mulai dari Kementerian, Bandan Wakaf Indonesia, KNEKS dalam suluruh nadzir tentang wakaf uang kepada masyarakat agar GNWU ini bisa diterima oleh masyarakat.

9. Kami menyadari betul komitmen Badan Wakaf Indonesia sebagai ibu dari semua nadzir. Ke depan, kami yakin dan percaya, BWI akan menempatkan diri sebagai pengayom yang peduli dan obyektif bagi para Nadzir. Dengan Kepengurusan Badan Wakaf Indonesia masa bakti 2020 – 2024 ini, FWP berharap BWI tetap menjadi pengampuh regulasi, pembimbing dan pengayom aktivitas para nadzir. Penentuan posisi BWI seperti ini tentunya akan melahirkan ekosistem wakaf yang kolaboratif dan konstruktif bagi pengembangan ekonomi nasional.

10. Akhirnya FWP berharap agar ekosistem wakaf segera tercipta seiring dengan kepercayaan masyarakat yang semakin baik kepada pra nadzir. Sehingga apapun upaya yang dilakukan terkait program tentang wakaf tentunya keterlibatan nadzir mutlak untuk dijalin karena nadzir adalah frontliner/ujung tombak yang berinteraksi dengan masyarakat. Nadzir pulalah yang selama ini berhasil memberikan ruang masyarakat untuk menyaksikan secara langsung bagaimana obyek wakaf dikelola dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Sehingga terciptalah kepercayaan yg datang dari proses seeing is believing.

Demikian pernyataan pers ini kami keluarkan dengan harapan masyarakat menjadi semakin teegerak menjadi wakaf sebagai upaya gotong-royong memajukan ekonomi ummat.

Bobby P. Manullang – Ketua Forum Wakaf Produktif

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sabili
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker