BeritaDakwahHeadlineNasional

GENTING! Masyarakat Pulau Kera Butuh 10 Ton Beras

Ustadz Yusril Mahendra, da’i yang mengabdikan dakwahnya di Pulau Kera tidak luput dengan ancaman itu. Dai yang menetap di Pulau ini bersama istrinya ini sedang menghadapi kesulitan dengan kebutuhan makan dan air tawarnya yang sudah semakin terbatas.

 

Sabtu, 30 Januari 2021, dengan suara yang terputus-putus, terdengar dari telepon, “.. Persediaan untuk bertahan hidup kami yang sudah kritis, laut sebagai satu-satunya tempat mengais rezeki kami belum bersahabat, kami tidak berani.. tolong kami Ust.,” Bapak Arsyad Abdul Latif mengungkapkan kondisi terkini di Pulau Kera kepada Ustadz Ramli.

Tahukah sahabat, sudah satu pekan lebih angin kencang menerpa Pulau Kera, ditambah lagi dengan cuaca lima hari terakhir, berupa hujan disertai angin yang sangat menyulitkan masyarakat untuk melaut. Kebutuhan hidup mereka menjadi sulit. Belanja keperluan harian ke Kupang pun sangat beresiko.

Tidak hanya membahayakan di laut, angin kencang itu juga bisa merusak rumah-rumah mereka. Masyarakat menjadi takut dan tidak berani keluar untuk melaut atau menyeberang ke kota untuk membeli kebutuhan pokok.

Masyarakat terancam akan kelangsungan hidup mereka. Bapak Arsyad Abdul Latif adalah satu warga yang terkena dampaknya. Persediaan untuk bertahan hidupnya sudah kritis. Kondisi saat ini menahan Pak Arsyad untuk tidak menyeberangi laut. Padahal, banyak kebutuhan hidup harus diperoleh dengan ke Pulau Kupang terlebih dahulu, termasuk air tawar!

Selain Bapak Arsyad, ada Ustadz Yusril Mahendra, da’i yang mengabdikan dakwahnya di Pulau Kera tidak luput dengan ancaman itu. Dai yang menetap di Pulau ini bersama istrinya ini sedang menghadapi kesulitan dengan kebutuhan makan dan air tawarnya yang sudah semakin terbatas.

Ustadz Ramli, pengurus Dewan Dakwah NTT, paham betul akan isyarat pesan-pesan mereka akan permohonan bantuan untuk kelangsungan hidup mereka. Setidaknya, ada sekitar 150 kepala keluarga (KK) di Pulau Kera yang membutuhkan sekitar 10 Ton beras untuk dibagikan kepada mereka.

Meski banyak orang mengira bahwa Pulau Kera ini adalah pulau yang indah, namun keindahannya itu kini tertutup dengan derita dan beban hidup masyarakat yang cukup berat. Inilah saatnya alarm kemanusiaan kita terpanggil untuk meringankan beratnya kesulitan mereka!

⁣Rek KEMANUSIAAN⁣
Bank Syariah Mandiri – 726 2020 724⁣
a.n Laznas Dewan Da’wah⁣
Informasi dan Konfirmasi: 0858 8282 4343⁣⁣⁣⁣⁣⁣

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sabili
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker