Perspektif

Isra Miraj Jadikan Sebagai Momentum Makmurkan Masjid

 

Pesan utama peristiwa Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad Saw yang diperingati setiap tanggal 27 Rajab, di antaranya ialah pesan kepada seluruh umat Islam agar menegakkan shalat, memakmurkan masjid, dan menguasai ilmu pengetahuan untuk kesejahteraan umat manusia.

Nabi Muhammad dalam peristiwa mukjizat Isra dan Mi’raj didampingi Malaikat Jibril diperjalankan Allah di malam hari dalam satu perjalanan fisik dan spiritual yang berlangsung secara kilat, dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis, Palestina. Selanjutnya “naik” ke sidratul muntaha untuk audiensi kehadirat Allah. Di sanalah nabi menerima perintah mendirikan shalat lima waktu langsung dari Allah Swt.

Isra dan Mi’raj yang terjadi pada abad ke-7 M telah membuka horison perkembangan ilmu sejarah, fisika, antariksa, psikologi dan futurologi. Isra dan Mi’raj menginspirasi terbentuknya imajinasi penerbangan dan misi luar angkasa serta penemuan teknologi untuk mewujudkannya.

Abbas ibnu Firnas (810 – 887) dicatat sebagai ilmuwan muslim dan first aviator penemu pembuatan konstruksi alat terbang bersayap menyerupai burung dan berhasil menerbangkannya di Cordoba, Spanyol pada abad ke-9. Ia terinspirasi dari kisah peristiwa Isra dan Mi’raj.

Isra dan Mi’raj sebagai peristiwa terbesar dalam sejarah yang sangat menakjubkan, mengajarkan prinsip From Mosque to Mosque atau dari masjid ke masjid. Masjid melambangkan kesucian hati, pikiran dan perbuatan, sehingga harus dijaga dalam setiap gerak dan langkah setiap muslim dalam melakukan peran apa pun dan di mana pun. Segala perbuatan manusia hingga yang sekecil-kecilnya akan dihisab dan dipertanggungawabkan di hadapan Allah Swt di akhirat, alam keabadiaan setelah kehidupan duniawi.

Sejalan dengan prinsip from mosque to mosque, segala aktivitas kita harus dimulai dengan niat yang suci, dijalani secara baik dan benar serta tetap menjaga kesucian niat dari awal hingga akhir. Setiap muslim disilahkan tour ke seluruh dunia, namun sangat baik sekiranya juga mengunjungi masjid-masjid bersejarah di berbagai kota dan negara dalam rangka memperkaya wawasan sejarah dan memupuk kesadaran beragama.

Sekretaris Ditjen Bimas Islam,
M. Fuad Nasar

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sabili
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker