BeritaDakwahHeadlineNasional

Kawal Perkara Ahok, Demo akan Digelar Lagi 28 April di Gajah Mada

Orator Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) menyatakan demonstrasi menuntut Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dipenjarakan akan dilanjutkan pada 28 April 2017. “Mari lanjutkan di Masjid Istiqlal dengan salat Jumat dan long march ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat di Jalan Gajah Mada,” kata orator itu di depan Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa, 25 April 2017.

GNPF-MUI mengajak agar demonstran terus mengawal kasus ini pada 5 Mei, hingga putusan dibacakan hakim yang diperkirakannya pada 9 Mei 2017. Selain diikuti massa GNPF-MUI, demonstrasi hari ini juga diikuti Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi), Front Pembela Islam (FPI), dan Gerak Rasa Sanalika. Mereka datang untuk “mengawal” sidang pembacaan nota pembelaan terdakwa penistaan agama itu.

Para demonstran anti Ahok membubarkan diri setelah salat dzuhur.  Orator dari FPI mengatakan agenda long march ke kantor Polda Metro Jaya ditiadakan. “Hari ini Habib Rizieq Shihab tidak jadi diperiksa oleh polisi,” ujarnya.

Menurut dia hanya gara-gara seorang Ahok, ulama dan saudara muslim dikriminalisasi. “Rizieq difitnah, Al- Khaththath ditangkap.”

Di sisi berbeda, barisan pendukung Ahok tetap berunjuk rasa dengan makan siang bersama. “Mari makan nasi kotaknya, kita bukan pasukan nasi bungkus,” kata orator dari Barisan Relawan Basuki-Djarot.

Menurut dia, perkara Ahok adalah politisasi agama. Sesuai Undang-Undang dalam perkara ini, Ahok harus bebas murni. “Isu penistaan agama adalah kebohongan publik terbesar abad ini,” ujar dia.

Sumber: tempo.co

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sabili
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker