HeadlinepemikiranPernik

Kemenangan Riziqisme Di Jakarta

Perjuangan para alumni yang membara, walau dikecam banyak pihak sebagai politik identitas tidak menyurutkan sedikitpun tekad mereka untuk memenangkan Gubernur Muslim pilihan mereka

(Bagian Ketiga)

HB. Almascaty
Pengasuh The Renaissance House
Perhatian dunia kembali tertuju ke Jakarta, Ibukota Negara Muslim terbesar di dunia paska perhimpunan super aman damai reuni 212 pada 2 Desember 2018 lalu. Sebelumnya ketika berlangsung Konfrensi Asia Afrika tahun 1955 pemikir Muslim dari Algeria, Malek Ben Nabi pernah berkata: “Paska perang dunia ke dua, (peradaban) Islam bukan lagi akan berpusat di Mekkah, Cairo ataupun Baghdad, namun akan berpindah ke Jakarta”.

Pernyataan ini diulang kembali pada tahun 1992 oleh peneliti tersohor Amerika, Alvin Toffler di depan Konfrensi Institut Kefahaman Islam Malaysia (IKIM) yang menyatakan dengan tegas “pusat (peradaban) Islam akan berpindah dari tradisi lokalnya (Timur Tengah) menuju kawasan ini (Indonesia-Malaysia).”

Demikian pula halnya cendekiawan Indo-Pakistan di Amerika, Fazlurrahman jauh sebelumnya (tahun1970an) bersama cendekiawan Muslim terkemuka Alam Melayu, SMN. Al-Attas menyebutkan kawasan ini (Asia Tenggara) akan menjadi bintang baru peradaban Islam atau “al-Mustaqbal li hadza al-Dien” sebagaimana disebutkan Fundamentalis terkemuka Mesir, Sayyid Qutb.

Kini sejarah mulai membuktikan harapan para visioner di atas. Terutama setelah munculnya kehancuran dahsyat paska “Arab Spring” yang membakar dunia Muslim Timur Tengah. Pusat peradaban Islam awal yang pernah menjadi mercu suar dunia itu tercabik-cabik porak poranda.

Pertikaian dan provokasi telah mengantarkannya menuju perang saudara, dan mengakibatkan kehancuran Iraq, Libia, Suriah, Afghanistan, Yaman serta mengancam resesi dahsyat Turki, Saudi Arabia maupun Negara Teluk lainnya. Teror, perang, kelaparan, keterbelakangan, kediktatoran adalah gambaran dunia Timur Tengah masa kini yang disuguhkan para pembenci Islam untuk memadamkan cahaya Islam.

Akhirnya umat Muslimin yang berjumlah lebih satu milyar seperti kehilangan harapan di tengah isu kebangkitan Islam abad 14 Hijriah yang terus dikobarkan para pendakwah.

Harapan Malek Ben Nabi 63 tahun lalu, yang juga merupakan cita-cita agung umat Islam sedunia akan kebangkitan Islam itu mulai berkecambah kembali paska reuni ke 2 gerakan 212 yang berlangsung pada tanggal 2 Desember 2018 lalu yang dikuti oleh lebih 10 juta jama’ah.

Monumen Nasional (Monas) simbol spiritual Jakarta menjadi saksi kehadiran para hamba Allah seperti di padang Arafah dengan lautan zikir dan doa penuh pengharapan di bawah bendera Tauhid “Laa Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah”.

Peristiwa bersejarah ini akan menjadi petanda awal kebangkitan Jakarta sebagai pusat peradaban Islam masa depan. Momentum ini juga disempurnakan oleh hadirnya salah seorang Alumni 212-2016 yang kini telah menjadi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang dikenal sebagai cendekiawan Muslim terkemuka Indonesia.

Tausyiah utama Imam Besar HRS dari Mekkah al-Mukarramah yang berkobar-kobar menambah spirit peserta reuni 212 yang akan senantiasa menjadi suluh pelita abadi bangsa Indonesia. Reuni 212-2018 lalu secara spiritual telah memproklamirkan Jakarta sebagai pusat Islam masa depan.

Direktur Sabang Maureuke Institute, Dr. Syahganda Nainggolan di Hotel Gren Alia Cikini pada 14 Desember 2018 dalam sebuah seminar tentang Jakarta menceritakan hasil diskusinya dengan Sang Gubernur Jakarta. Menurut Dr. Syahganda, pada dasarnya Anies Baswedan tetap komit dengan janji yang telah diikrarkannya dalam kampanye untuk membangun Jakarta yang lebih bernuansa spiritualis sebagai antitesa model pembangunan Ahok yang condong materilis bahkan amoral.

“Anies bahkan bercita-cita akan membangun pusat spiritual untuk tempat zikir dan berdoa di lahan pulau reklamasi yang akan dibangun para Taipan Cina setelah dia membatalkan perizinannya” ungkap Syahganda bersemangat. Demikian pula menurut pengamatan Dr. Shechan Shahab mantan Bankir terkemuka yang lahir, dibesarkan dan berbakti sepanjang lebih 50an tahun di Jakarta, menilai di bawah kepemimpinan Anies Baswedan Jakarta mulai memberikan harapan sebagai pusat spiritual Dunia Islam masa depan.

Banyak harapan umat khususnya alumni 212 kepada Gubernur Jakarta Anies Baswedan yang mereka perjuangkan dengan semangat menggelora. Para jama’ah muslimin yang tidak sudi dipimpin “si penista agama” Ahok, berjibaku sejak awal kenaikannya menggantikan Jokowi.

Dengan keringat, darah, harta bahkan nyawa serta kebebasannya sejak 411-2016, 212-2016, 313-2017 ataupun gerakan Tamasya al-Maidah menjelang pilkada. Perjuangan para alumni yang membara, walau dikecam banyak pihak sebagai politik identitas tidak menyurutkan sedikitpun tekad mereka untuk memenangkan Gubernur Muslim pilihan mereka.

Reuni 212-2018 pada hakikatnya mendorong semangat 212 membawa kebangkitan yang lebih besar lagi menjadikan kemenangan bagi pemimpin baru Indonesia, sekaligus menjadi genta pengingat kepada kepemimpinan Anies Baswedan sebagai penerima amanah kepemimpinan umat. “Anies Baswedan tidak boleh terperangkap menjadi komparador para cukong” kata Sri Bintang Pamungkas tegas.

Dalam bingkai kebangkitan peradaban Islam yang disebutkan Malek Ben Nabi sampai Alvin Toffler dan cita-cita penerapan syariat inilah kemudian ada yang mengidamkan duet Habib Rizieq-Anies Baswedan dapat membangun sinergi dalam membangun sebuah Kota Jakarta Masa Depan yang menjadi spirit kebangkitan Islam.

Renaisan ini sekaligus merujuk kepada sejarah kemenangan Maulana Fadhilah Khan al-Pase (Wong Ageng Pase) atau Fatahillah dalam merebut Batavia dari penjajah Portugis tahun 1527 M. Langkah renaisan ini telah dimulai kecil-kecilan seperti mendengarkan suara azan di lingkungan Taman Impian Jaya Ancol, membenahi aparatur moralis sampai rencana akan membangun pusat spiritual zikir dan doa di pulau reklamasi. Tugas Habib Rizieq membangkitkan jiwa Jakarta dan Anies Baswedan membangun fisiknya dengan semangat 212 yang ramah, damai, aman, toleran di bawah keangunan spiritualitas syariat Islam.***

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sabili
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker