DakwahHeadlinepemikiran

LATAR BELAKANG GHAZWUL FIKRI

Barat harus menempuh jalan lain bukan jalan militer, tapi jalan yang harus ditempuh adalah "Jalan Ideologi" dengan mencabut akar ajaran Islam dan mengosongkannya dari kekuatan, kenekatan dan keberanian. Caranya menghancurkan konsep-konsep dasar Islam dengan berbagai penafsiran dan keragu-raguan

Ustadz HMS. Suhary – Direktur Pusat Studi Islam dan Politik Kenegaraan (PSIPK).

“Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan diantara mereka penolong-penolong (mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah.” (QS.An-Nisa, 4:89).

Ta’rif (Pengertian) Ghazwul Fikri

Ghazwul Fikri terdiri dari dua suku kata yaitu ghazwah dan fikr. Ghazwah berarti serangan, serbuan/invasi. Fikr berarti pemikiran.

Secara bahasa ghazwul fikri berarti serangan pemikiran. Pendapat lain ada yang mengatakan bahwa ghazwul fikri adalah perang ideologi, perang budaya, perang urat syaraf, dan perang peradaban. Perang Peradaban tesisnya Huntington, pakar politik, penasehat Gedung Putih (AS).

Intinya adalah peperangan dengan format yang berbeda, yakni peperangan bukan dengan senjata akan tetapi peperangan atau penyerangan dengan pola pemikiran, tulisan, ide, teori, argumentasi, propaganda, dialog dan perdebatan dan lain sebagainya.

Perang Salib ke VII telah berlalu dengan kekalahan Raja Lois IX yang ditawan oleh tentara Muslim di Mesir. Raja Lois menulis dalam memoarnya bahwa menghadapi kaum Muslimin tidak bisa lagi dengan kekuatan perang karena mereka kaum Muslimin memiliki doktrin “Jihad Fie Sabiilillaah”.

Barat harus menempuh jalan lain bukan jalan militer, tapi jalan yang harus ditempuh adalah “Jalan Ideologi” dengan mencabut akar ajaran Islam dan mengosongkannya dari kekuatan, kenekatan dan keberanian. Caranya menghancurkan konsep-konsep dasar Islam dengan berbagai penafsiran dan keragu-raguan.

Target Ghazwul Fikri mereka adalah Ifsadul Akhlak (merusak akhlak), Tahtimul Fikrah (menghancurkan pemikiran), Idzabatus syakhshiyyah (melarutkan kepribadian), Ar Riddah (Pemurtadan).

Menurut Abdul Halim Mahmud bahwa Ghazwul Fikri berupaya pertama untuk menjadikan bangsa yang lemah dan tunduk kepada negara penyerbu. Kedua Negara negara di dunia khususnya negara negara muslim agar menjadi dalam ketergantungan. Ketiga Menanamkan ideologi kekafiran (sekularaisme, liberalisme, komunisme dan lain-lain isme yang bertentangan dengan Islam) dan berpaling dari manhaj Islam, Al Qur’an dan Sunnah.

Keempat Menanamkan pola pendidikan sekukarisme. Kelima Diputusnya sejarah Islam. Jangan ada kesinambungan buat generasi umat Islam/memutus matarantai sejarah Islam.

Keenam Mengubah bahasa Islam kedalam bahasa mereka. Ketujuh Menjauhkan nilai-nilai moral Islam dan menanamkan moral, tradisi mereka (pembaratan).

Maka solusi menghadapi Ghazwul Fikri adalah Tanamkan Ruhul Jihad Islamiyah kepada umat dan generasi muda Islam dalam arti yang luas. Kaji dengan sedalam dalamnya ajaran Al Qur’an dan As Sunnah.

Kemudian Tegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar. Bergerak terus dalam dakwah Islamiyah. Bangun kesatuan dan persatuan umat dan hindari perpecahan.

Selain itu Pegang teguh Al Qur’an dan Al Hadist sebagaimana pesan Nabi. Aku tinggalkan dua pusaka ini. Kalian tidak akan sesat selama lamanya, selama kalian berpegang teguh kepada Al Qur’an dan Sunnahku (al Hadist).

Di olah dari berbagai sumber.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sabili
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker