HeadlinePernik

MAKLUMAT KELUARGA MARGA SIREGAR TAPANULI BAGIAN SELATAN DAN REAKSI DENNY SIREGAR

 

Beberapa waktu lalu beredar di media sosial berupa maklumat Keluarga Besar Siregar yang menyayangkan sikap Denny Siregar yang selalu memojokkan Kaum Muslimin berikut secara utuh isi Maklumat tersebut

Kami dari PSBB (Parsadaan Siregar, Boru dohot Babere), mewakili marga Siregar khususnya yang berasal dari wilayah Tapanuli Bagian Selatan dengan ini menyatakan :

1. Sangat menyesalkan ulah, tingkah dan Provokasi dari Kahanggi kami Denny Zulfikar Siregar atau biasa disebut dengan Denny Siregar. Khususnya yang selalu memojokkan Islam, santri dan para Ulama.

2. Pada dasarnya, Marga Siregar, khususnya yang berasal dari Tapanuli Bagian Selatan umumnya adalah Muslim yang sangat taat. Sangat mencintai dan menghargai para Ulama. Karena itu ulah dan Provokasi Kahanggi kami Denny Siregar sangat bertolak belakang dengan Prinsip Marga Siregar dari Tapanuli Bagian Selatan.

3. Mengingat Kahanggi kami Denny Siregar besar di Pulau Jawa, hanya menumpang lahir di Kota Medan -Sumatera Utara, jadi kurang memahami adat dan prinsip hidup Marga Siregar dari Tapanuli Bagian Selatan, maka dengan ini kami dari Perwakilan PSBB meminta maaf kepada Umat Islam khususnya para Ulama atas semua ulah, tingkah laku dan semua provokasi dari Denny Siregar.

4. Dengan ini kami perwakilan dari PSBB juga memutuskan mulai dari sekarang tidak mengakui lagi Denny Siregar sebagai saudara semarga atau bagian dari Keluarga Marga Siregar khususnya Siregar dari Tapanuli Bagian Selatan. Adapun nama Siregar dibelakang namanya kami anggap bukan marga tapi bagian dari nama. Selanjutnya kami tidak akan sebut lagi Kahanggi, tapi saudara.

Demikian Maklumat ini kami sampaikan. Kami dari PSBB juga berharap agar Penegak Hukum di Indonesia tidak ragu-ragu dan bersikap adil dengan memproses segala pengaduan yang ditujukan kepada saudara Denny Zulfikar Siregar.

HORMAT KAMI Pengurus Parsadaan Siregar, Boru dohot Babere

Maklumat tersebut ditanggapi agak angkuh oleh Pegiat media sosial Denny Siregar ini, langsung beraksi atas beredarnya maklumat persatuan Marga Siregar Tapanuli Selatan yang tidak mengakuinya sebagai salah satu saudara semarga.

Melalui akun media sosialnya, penulis buku ‘Tuhan dalam Secangkir Kopi’ ini dengan tegas menyatakan bahwa ia lahir di Sumerta Utara (Sumut) bermarga Siregar.

“Marga gua Siregar, hanya penanda saja bahwa gua lahir di Sumut,” kata Denny Siregar dikutip Tagar dari akun Twitternya @Dennysuregar7, Kamis, 17 Desember 2020.

Denny tak mempermasalahkan dirinya tak diakui sebagai salah satu dari warga marga Siregar. Namun, yang terpenting baginya ia tetap diakui sebagai warga negara Indonesia

“Tapi darah gua sebagai putera Indonesia itulah yang membanggakan. Mau dipecat semarga gak masalah, yang penting jangan tidak diakui sebagai anak Indonesia,” kata dia.

Ia juga mempertanyakan mereka yang menolak mengakui Denny sebagai salah saudara semarga. “Lagian ga pernah ngasi makan, tiba-tiba maen pecat aja. Elu siapa ?,” kata Denny.

Diberitakan Tagar sebelumnya, beredar maklumat dari persatuan Marga Siregar Tapanuli Selatan yang tidak mengakui Denny Siregar sebagai salah satu saudara semarga. Kisah ini menyusul Ade Armando yang belum lama ini dipecat dari warga Minang.

Dalam maklumat yang diterima Tagar, surat itu mengatasnamakan Parsadaan Siregar, Boru dohot Babere (PSBB), mewakili marga Siregar khususnya yang berasal dari wilayah Tapanuli Bagian Selatan.

Maklumat tersebut menyatakan sangat menyesalkan ulah, tingkah dan provokasi Denny Zulfikar Siregar yang dianggap selalu memojokkan Islam, santri dan para ulama.

“Pada dasarnya, Marga Siregar, khususnya yang berasal dari Tapanuli Bagian Selatan umumnya adalah Muslim yang sangat taat. Sangat mencintai dan menghargai para Ulama. Karena itu ulah dan Provokasi Kahanggi kami Denny Siregar sangat bertolak belakang dengan Prinsip Marga Siregar dari Tapanuli Bagian Selatan,” bunyi maklumat itu.

Denny Siregar dinilai tidak memahami adat dan prinsip Marga Siregar karena lama menetap di Pulau Jawa.

“Mengingat Kahanggi kami Denny Siregar besar di Pulau Jawa, hanya menumpang lahir di Kota Medan -Sumatera Utara, jadi kurang memahami adat dan prinsip hidup Marga Siregar dari Tapanuli Bagian Selatan, maka dengan ini kami dari Perwakilan PSBB meminta maaf kepada Umat Islam khususnya para Ulama atas semua ulah, tingkah laku dan semua provokasi dari Denny Siregar,” lanjut surat itu.

Maklumat yang ditandatangani sejumlah nama bermarga Siregar ini lalu mengumumkan pemecatan Denny Siregar dari bagian keluarga besar Marga Siregar Tapanuli Bagian Selatan.

“Dengan ini kami perwakilan dari PSBB juga memutuskan mulai dari sekarang tidak mengakui lagi Denny Siregar sebagai saudara semarga atau bagian dari Keluarga Marga Siregar khususnya Siregar dari Tapanuli Bagian Selatan. Adapun nama Siregar dibelakang namanya kami anggap bukan marga tapi bagian dari nama. Selanjutnya kami tidak akan sebut lagi Kahanggi, tapi saudara,” terang surat itu. []

 

Related Articles

sabili
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker