HeadlineNasionalPerspektifPolitik

MEMBUKA LIPATAN PERISTIWA

Orang-orang kafir yang memusuhi Islam dan umat Islam senantiasa berusaha menggalang dana dan kekuatan untuk mengalahkan kaum Muslimin dan menistakan agama Allah Subhanahu wa ta’ala. Namun, Al-Quran menjanjikan, makar Allah lebih baik dan lebih dahsyat

MEMBUKA LIPATAN PERISTIW

Masih ingat anak keturunan Cina memaki maki Jokowi dengan perkataan gila, Anjing dan lain-lain, apakah penghinaan ini membuat dia ditangkap? Tidak ada tindakan hukum pada si bocah Cina tersebut.

Bagaiman Zeng Wei Jian dalam pemilu dan sebelumnya seolah olah berpihak kepada kepentingan Rakyat dan berada dikubu umat Islam sehingga tanpa ragu ustad, kyai dan ulama menerimanya. Ternyata hari ini dia berada di kubu yang memusuhi umat Islam dia diam, senyap karena mungkin telah mendapatkan upahnya.

Prabowo dan Sandiaga dielu-elukan dan didukung rakyat Indonesia dan umat Islam larut dalam emosi menempatkan dia sebagai sang penyelamat masa depan agama, bangsa dan negara.

Ternyata wasiat yang pernah dibuatnya didepan para ahli hukum dia sobek sendiri, dia campakan janjinya,  dia telah “kacang lupakan kulitnya”.

Tiba-tiba ada wanita yang bangga jadi anak PKI dan pendukung utama rezim bersebrangan dengan rezim, dia tidak mau divaksin seolah-olah melawan bosnya, serkarang sudah tidak terdengar lagi suaranya lamat lamat hilang ditelan bencana Bansos.

Kita dengar Abu Janda kalau polisi serius kenapa yang lainnya tidak diringkus, ada Ade Armando, ada Deni Siregar, ada Budi Djarot, Dewi Tanjung,  dan lain-lain. mereka terus menghina dan melecehkan Islam tapi mereka bebas merdeka, terus kita percaya? Tentu tidak, Abu Janda pelukan dengan Pigai. Abu Janda didukung oleh oknum kader ormas Islam terbesar di Indonesia.

Jadi dengan tersangkanya Abu Janda jangan dianggap serius sebab ini adalah satu cara menaikkan rating pemerintah yang pamornya merosot tajam bahkan sudah mendekati kehilangan muka karena banyaknya kasus dan kebohongan yang berkualitas 24 karat.

Merosotnya pamor jokowi ditandai dengan turunnya elektabilitas Partai pendukungnya, contohnya PDIP dari 31% melorot ke 23 % begitu juga Gerindra, Golkar, Nasdem, PAN, hampir semua partai pendukung pemerintah elelktabilitasnya menukik tajam.

Jadi jangan mudah percaya dengan acting “Penampakkan” mereka yang seolah-olah pro rakyat.

Begitu juga dengan kasus-kasus korupsi yang ditangani KPK dan penegak hukum lainnya jangan mudah terpesona seolah mereka serius menanganinya sebab semua hanya bagian dari drama korea. Jadi jangan kaget, tiba-tiba ada teroris di Makasar atau ada aliran kotak amal masjid ke ISIS, Zaim Saidi ditahan karena muamalah dirham dan dinnar, tapi kalau mata uang Cina dan lainnya tidak apa-apa.

Dalam serangan berikutnya jangan kaget kalau Front Pembela Islam akan dicap sebagai organisasi teroris. Mereka membuat tipu daya bagaimana menghancurkan semua yang bermisi Islam dan kaum muslimin?

Saat inipun ada orang yang selalu berseberangan dengan penguasa bahkan perkataannyapun kasar, goblok, bodoh, tidak punya otak dan yang terakhir dengan perkataan ”MADAM BANSOS” (sosok wanita tua dibalik korupsi besar bansos diera pandemik). Lagi lagi orang ini aman aman saja padahal aktifis seperti Jumhur Hidayat, Syahganda Nainggolan dan Anton Permana yang santun dalam menyampaikan koreksinya langsung ditersangkakan dan ditahan.

Kita wajib waspada kepada orang ini jangan terus mengikuti apa yang dikatakannya karena bisa jadi orang ini juga bagian dari skenario rezim, dia dipasang dengan peran antagonis agar kelihatan bahwa ini masih negeri penganut demokrasi yang berbedapun tidak diberangus walaupun faktanya jauh tanah ke langit.

Dia berperan sebagai penentang rezim perkataannya sama seperti pendahulunya seolah-olah ada dibelakang rakyat melawan kesewenangan rezim, sehingga lagi-lagi masyarakat mendukungnya dan kali ini kita harus menyisakan ruang dalam pikiran kita dan ingat akan firman Allah sehingga kita lebih waspada:

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ
اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 120)

Jadi dalam memandang kondisi saat ini sebaiknya kita jangan selalu hitam putih, jangan selalu apa yang tampak kita hukumi seperti itu tapi kewaspadaan menjadi penting sebab kemunafikan sedang jadi “panglima”,  sehingga kita tahu maksud mereka yang sesungguhnya karena dibalik apa yang dikatakan selalu ada kepentingan dan maksud lain.

Karena perpolitikan nasional saat ini yang berkembang adalah politik tipu-tipu (selalu melakukan tipu daya), siapa beruang (orang-orang yang memiliki harta kekayaan yang melimpah) dia yang menang, mereka menjadikan demokrasi kapitalis,  sehingga para taipan dengan duitnya yang banyak leluasa melakukan poitik oligarki, yaitu kekuasaan kelompok kecil sehingga penguasa negara menjadi penindas rakyatnya melalui represi ekonomi dan lain-lain.

Mereka itu kelompok minoritas yang mempunyai jangkauan kekuasaan yang cukup luas dan sistemik.

ORANG-ORANG kafir senantiasa berusaha membuat rekayasa, tipu-daya, skenario, atau makar untuk memadamkan cahaya kebenaran dan syiar Islam di muka bumi.

Orang-orang kafir yang memusuhi Islam dan umat Islam senantiasa berusaha menggalang dana dan kekuatan untuk mengalahkan kaum Muslimin dan menistakan agama Allah Subhanahu wa ta’ala. Namun, Al-Quran menjanjikan, makar Allah lebih baik dan lebih dahsyat. Dalam surat Ali Imran/3 : 54 Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

‎وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”.

Belum terlambat untuk umat Islam menyadari kondisi diatas sehingga kita tidak mudah larut dengan berita-berita korupsi puluhan bahkan ratusan triliun di BPJS, ASABRI , Bansos adalah gorengan karena semuanya adalah hanya pengalihan isu tanpa keseriusan penanganannya agar memudahkan mereka berbuat suka-suka mengubah dan membuat undang undang , peraturan pemerintah yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan Kehendak rakyat tanpa ada halangan.

Dalam kegaduhan kepemimpinan,  rezim telah melahirkan hal hal yang tidak masuk akal untuk mengacaukan pikiran dan keadaan agar rakyat sibuk.  Untuk itu kita jangan lupa dan larut dengan isu-isu yang mereka buat, sehingga kita lupa tugas utama kita menyelamatkan Agama, Bangsa dan Negara dari kehancuran.

Semoga Allah SWT memberi kekuatan kepada bangsa ini dan umat Islam khususnya agar senantiasa Istiqomah membela agama Allah dan menjaga kedaulatan NKRI.

‎رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

‘Robbanaa Afrigh ‘Alainaa Shobron wa Tsabbit Aqdaamanaa wanshurnaa ‘Alal Qoumil Kaafiriin’.

“Ya Allah ..Ya Rabb kami, limpahkanlah kesabaran atas diri kami, dan teguhkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.” (QS. Al Baqarah: 250).

Abdullah Al Faqir/AS

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sabili
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker