pemikiran

Sampai Kapan Kebencian dan Dendam Kesumat Penguasa Negeri ini Terhadap HRS bisa Hilang?

Namun siapapun biang keladinya, tapi generasi mendatang tetap akan mencatat ini sebagai rekam jejak sangat buruk dari pak Jokowi, karena berbagai kriminalisasi dan ketidakadilan ini terjadi di masa pemerintahan beliau

 

 

Saat ini HRS sudah ditahan di Rutan Bareskrim (Sebelumnya di Rutan Polda Metro; AH). Tapi sudah pun beliau ditahan dan kasus nya tersebut belum disidangkan, beliau sudah dihujani dengan kasus demi kasus, yang tentu sangat memprihatinkan karena aroma ketidakadilan dan kriminalisasi nya teramat jelas.

Bahkan pesantren HRS yang sudah dibeli secara sah pun mau direbut juga, padahal kita tahu selama ini kroni penguasa dan para pengusaha banyak yang menguasai lahan negara secara tak prosedural, tapi hanya HRS yang diganggu.

Padahal HRS bukan mencuri, tapi membeli lahan tersebut, dan beliau sudah menyatakan ikhlas apabila lahan itu mau diambil lagi oleh negara asalkan dana pembelian diganti, supaya bisa membangun pesantren di tempat yang lain. Tapi penguasa kenapa bertindak seperti perampok terhadap HRS?

Sampai kapan kebencian dan dendam kesumat penguasa negeri ini terhadap HRS bisa hilang ?

Maafkan saya bertanya begini, karena saya pun tidak tahu siapa otak sesungguhnya dari berbagai kriminalisasi dan ketidakadilan ini.

Namun siapapun biang keladinya, tapi generasi mendatang tetap akan mencatat ini sebagai rekam jejak sangat buruk dari pak Jokowi, karena berbagai kriminalisasi dan ketidakadilan ini terjadi di masa pemerintahan beliau.

Kalau karena Basuki (Ahok) yang masuk penjara dan kalah di Pilgub DKI yang dijadikan alasan kemarahan dan pembalasan dendam terhadap HRS, tokh yang memutuskan Ahok bersalah menistakan agama adalah Majelis Hakim di Pengadilan, bukan HRS, dan itu adalah Hakim di era kekuasaan Jokowi, jadi kenapa HRS yang dimusuhi?

Kalau karena Ahok kalah di Pilgub DKI 2017 dari Anies-Sandi, itu adalah hasil Pilkada yang harus dihormati, itu lah suara warga DKI, sebagaimana Jokowi – Ahok menang di Pilgub DKI sebelumnya dari Fauzi Bowo – Nachrowi Ramli juga harus diterima. Jadi kenapa pula HRS yang dimusuhi?

Saya bukan Muslim, saya umat Katolik, tapi saya cinta negeri ini dan seluruh rakyatnya, saya juga cinta umat Islam dan saya sangat sadar negeri ini mayoritas nya adalah umat Muslim.

Bila pemerintah terus memusuhi dan berbuat jahat kepada tokoh agama dari umat mayoritas (Muslim), khususnya yang berseberangan pilihan politik dengan pemerintah, dalam hal ini HRS, saya berani mengatakan itu berarti pemerintah sedang menggali kuburnya sendiri.

Karena bagaimana mungkin kedamaian dan kerukunan akan datang di negeri ini bila Tokoh Ulama besar dari umat agama mayoritas terus diganggu, dikriminalisasi dan dipenjarakan ?

Kami pun umat minoritas sangat khawatir melihat hal ini…

Kami sangat khawatir bagaimana yang terjadi nanti bila hal ini terus berlanjut. Karena akibat ketidakadilan penguasa, negeri ini telah beberapa kali terpecah belah dan porak poranda.

Maka itu jangan lagi pemerintah mengulangi kesalahan yang sama, yang dulu telah dilakukan oleh Soekarno dan Soeharto. Mereka tidak adil, akhirnya mereka pun dijatuhkan oleh rakyat.

Karena itu saya sangat khawatir, sekali lagi sangat sangat khawatir…. kriminalisasi yang terus menerus terhadap HRS ini suatu saat akan membuat umat Islam “meledak”.

Umat Islam yang selama ini marah namun masih diam dan bersabar, jangan pernah dianggap berarti mereka menyetujui HRS dikriminalisasi, jangan salah.

Mereka masih diam, itu betul, tapi mereka jelas marah dan tak terima melihat Ulamanya dikriminalisasi, dan kemarahan itu suatu saat bisa meledak, apalagi bila ternyata ada hal-hal buruk yang menimpa HRS di tahanan.

Aloysius Hartono

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sabili
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker