HeadlineInternasional

Sejarah Baru, Turki Izinkan Tentara Perempuan Berjilbab

TEMPO.CO, Ankara – Turki menorehkan sejarah baru setelah pemerintah mencabut pelarangan berjilbab bagi anggota militer perempuan secara resmi. “Perwira militer Turki diizinkan memakai jilbab di negeri sekuler, itu sebuah sejarah,” tulis kantor berita Anadolu, Rabu, 22 Februari 2017.

Baca juga:
Di Prancis Hijab Dilarang, di Skotlandia Polisi Wanita Berhijab
Hijab dan Turban Jadi Seragam Resmi Militer AS

“Pencabutan itu berdasarkan perintah Menteri Pertahanan yang berlaku bagi seluruh anggota kepolisian, militer, staf, dan yang bekerja di markas komando,” kata Anadolu.

Para perempuan itu akan mengenakan jilbab di bawah topi atau baret sepanjang warnanya sama dengan seragam dan tidak menutupi wajahnya.

 

Reformasi di lingkungan militer ini akan diberlakukan setelah diterbitkan di dalam lembaran negara. Belum begitu jelas, apakah pemakaian jilbab itu juga diperkenankan bagi wanita yang terlibat dalam misi tempur. Hal ini juga akan berlaku bagi taruna perempuan.

Kelompok Islam yang menjadi akar Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) pimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan sudah lama mendapatkan tekanan agar mencabut pelarangan perempuan mengenakan jilbab.

Sejak 2010, Turki telah mencabut pelarangan jilbab di kampus-kampus universitas. Sedangkan mahasiswa perempuan yang kuliah di universitas negeri diperbolehkan memakai jilbab mulai 2013 dan sekolah SMA pada 2014.

Sebelum anggota militer, pada Agustus 2016, anggota kepolisian Turki untuk pertama kalinya mengenakan jilbab sebagai bagian dari seragam.

AHRAM | CHOIRUL AMINUDDIN

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sabili
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker