BeritaDakwahHeadlineNasional

Silaturahmi Pimpinan Dewan Da’wah Jabodetabek: Sinergis, Saling Menguatkan dan Saling Menopang

Semakin kompleksnya tantangan da'wah kedepan menuntut kinerja organisasi untuk terus lebih baik, dinamis dan solid untuk memenangkan yang haq diatas yang bathil.

Oleh Habibullah (Jurnalis, Dewan Da’wah Kabupaten Bekasi)

Habibullah

sabili.co – Bertempat di masjid Al Muslimun  jalan Sultan Agung No 27 Pondok Ungu kota Bekasi, Dewan Dakwah Islam Indonesia Bekasi (15/9)  menjadi tuan rumah berlangsungnya ajang silaturahmi para pimpinan Dewan Da’wah Pusat, Propinsi DKI Jakarta, Propinsi Jawa Barat, Propinsi Banten, dan Kabupaten/Kota Se-Jabodetabek dalam rangka Integrasi Program Kerja bersama  Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Se-Jabodetabek+Jabar+Banten.

Pertemuan spesial untuk yang keduakalinya ini, dihadiri ketua umum Dewan Da’wah Indonesia DR Adian Husaini. Bagi pendengar setia radio dakta Bekasi, nama beliau sudah tak asing lagi dalam siaran “catatan akhir pekan Adian Husain”, selalu dinanti nanti oleh banyak pendengar.

Sedangkan istimewanya karena sekaligus akan dimulainya proses pembentukan Dewan dakwah Islamiyah Indonesia Kabupaten Bekasi, setelah sekian lama bergabung mesra dengan DDII Kota Bekasi.

Ajang silaturahmi kedua ini masih membahas Pedoman Pelaksanaan Integrasi Program Kerja Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Se-Jabodetabek+Jabar+Banten.

Mengemuka usulan program kerja yang sinergis dan terintegrasi dari Dewan Da’wah, khususnya yang meliputi Wilayah Dewan Dakwah Propinsi DKI Jakarta, Dewan Da’wah Propinsi Jawa Barat dan Dewan Da’wah yang berada di Propinsi Banten.

Tujuan dari pelaksanaan Pedoman Program Kerja tersebut adanya kegiatan yang sinergis dan terintegrasi, akan memberikan dampak positif atau nilai mashlahat yang dapat dirasakan oleh masyarakat dengan kualitas yang lebih baik dan kuantitas yang lebih besar.

Hal lainnya adalah saling menguatkan dan saling menopang satu sama lain sehingga kerja lebih maksimal dan hasil atau target yang diharapkan dari pelaksanaan program yang sinergis dan terintegrasi akan lebih mudah diraih dan sebagai perwujudan komitmen atas amanah yang diemban oleh pengurus masing-masing daerah atau wilayah.

Semakin kompleksnya tantangan da’wah kedepan menuntut kinerja organisasi untuk terus lebih baik, dinamis dan solid untuk memenangkan yang haq diatas yang bathil.

Berbicara DDII tidak akan pernah lepas dari nama besar mantan Perdana Menteri Muhammad Natsir dengan Masyuminya, terkenal dengan mosi integralnya, diawal kemerdekaan mampu menghancur leburkan ide negara serikat dibumi pertiwi.

DDII adalah rumah besar bagi seluruh umat Islam yang mau peduli dan berbagi, tak perduli apa latar belakang suku atau ormasnya, asalkan sepenuh hati jiwa dan raga kepada Al Quran dan sunah maka ia adalah bagian dari keluarga besar DDII.

Ketua Dewan Da’wah DKI jakarta, Ust. Muhammad Zainal Muttaqin, dalam sambutannya mengutip tiga pesan dari M Natsir, yang pertama mari terus luruskan  niat sepanjang hayat,  sesungguhnya solatku ibadahku, hidupku dan matiku semata  mata hanya untuk Allah SWT bukan demi nama besar atau setumpuk uang dolar, atau beberapa lembar saham.

Kedua “Jam berapa sekarang” da’wah bukan sebatas menyampaikan ayat ayat langit dalam masjid atau langgar saat tiba waktu solat namun da’wah juga harus mampu merembes kesegala ruang dimasyarakat dan mampu memahami keadaan lapangan sedetil detilnya, tak elok seorang penda’wah bila hanya asyik dengan teman temannya dikantor.

Sedangkan yang terakhir adalah “Memohon Perlindungan”, ini adalah upaya akhir dari seorang mahluk kepada Sang Pencipta, setelah sebelumnya dengan cara cerdas dan keras serta memaksimalkan jaringan ia berusaha, ia sadar dan tahu diri apa yang telah dilakukan tak luput dari salah dan noda, meski sudah dalam perencanaan matang sekalipun, proses yang utama sedangkan hasil terserah Sang Maha Kuasa.

Adian Huseini dalam kata kunci dari pada acara tersebut mengangkat Perkembangan da’wah masa kini, rasa rasanya perlu da’wah kulineriyah, karena sepanjang hayat dikandung badan, kulineriyah menjadi suatu hal yang harus ada bila tak ingin perut bergejolak meronta ronta tak henti

“Sayang seribu kali sayang kalau sampai dakwah kulineriyah ini menjadi garapan umat agama lain, padahal acuannya amat menggiurkan, sampai kapankah umat islam akan menjadi konsumen pandir?” ujar Adian, seraya mencontohkan dalam satu kesempatan acara Ke-Islaman, disuguhi kemasan botol produk Air Mineral, ternyata yang memproduksi adalah salah satu Ormas non Islam.

Adian berpesan bahwa Da’wah juga harus sadar diri dan membumi, tak perlu bikin rencana setebal kamus bahasa asing, bila hanya dua lembar yang mampu dikerjakan.

red

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sabili
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker